<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Sundari Swasono's Blog</title>
	<atom:link href="http://sunswa.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sunswa.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 Jul 2009 03:26:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='sunswa.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Sundari Swasono's Blog</title>
		<link>http://sunswa.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://sunswa.wordpress.com/osd.xml" title="Sundari Swasono&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://sunswa.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Tempayan Retak</title>
		<link>http://sunswa.wordpress.com/2009/07/23/tempayan-retak/</link>
		<comments>http://sunswa.wordpress.com/2009/07/23/tempayan-retak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 03:26:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunswa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sunswa.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Seorang tukang air memiliki dua tempayan besar. Masing-masing bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan yang dibawa menyilang pada bahunya. Satu dari tempayan itu retak. Sedangkan tempayan yang satunya lagi tidak. Jika tempayan yang tidak retak itu selalu dapat membawa air penuh setelah perjalanan panjang dari mata air ke rumah majikannya, tempayan yang retak itu hanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunswa.wordpress.com&amp;blog=5714922&amp;post=29&amp;subd=sunswa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang tukang air memiliki dua tempayan besar. Masing-masing bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan yang dibawa menyilang pada bahunya.<br />
Satu dari tempayan itu retak. Sedangkan tempayan yang satunya lagi tidak.<br />
Jika tempayan yang tidak retak itu selalu dapat membawa air penuh setelah perjalanan panjang dari mata air ke rumah majikannya, tempayan yang retak itu hanya dapat membawa air setengah penuh.<br />
Selama dua tahun, hal ini terjadi setiap hari. Situkang air hanya dapat membawa satu setengah tempayan air kerumah majikannya.<br />
Tentu saja si tempayan yang tidak retak merasa bangga akan prestasinya, karena dapat menunaikan tugasnya dengan sempurna.<br />
Namun si tempayan retak yang malang itu merasa malu sekali akan ketidak sempurnaannya, dan merasa sedih sebab ia hanya dapat memberikan setengah dari porsi yang seharusnya dapat diberikannya.<br />
Setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini, tempayan retak itu berkata kepada situkang air, “saya sungguh malu pada diri saya sendiri, dan saya ingin mohon maaf kepadamu”.<br />
“Kenapa?” Tanya situkang air.<br />
“Kenapa kamu merasa malu?”<br />
“Saya hanya mampu selama dua tahun ini membawa setengah porsi air dari yang seharusnya dapat saya bawa karena adanya retakan pada sisi saya telah membuat air yang saya bawa bocor sepanjang jalan menuju rumah majikan kita. Karena cacatku itu, saya telah membuatmu rugi”. Kata tempayan itu. Situkang air merasa kasihan pada si tempayan retak.</p>
<p>Dan dalam belas kasihannya, ia berkata: “Jika kita kembali ke rumah majikan besok, aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan”.<span id="more-29"></span>Benar, ketika mereka naik kebukit, si tempayan retak memperhatikan. Dan baru menyadari bahwa ada bunga-bunga indah disepanjang sisi jalan.<br />
Dan itu membuatnya sedikit terhibur.<br />
Namun pada akhir perjalanan, ia kembali sedih karena separuh air yang dibawanya telah bocor, dan kembali tempayan retak itu meminta maaf pada situkang air atas kegagagalannya.<br />
Si tukang air berkata kepada tempayan itu, “Apakah kamu memperhatikan adanya bunga-bunga disepanjang jalan sisimu, tapi tidak ada bunga di sepanjang jalan di sisi tempayan yang lain yang tidak retak itu. Itu karena aku selalu menyadari akan cacatmu dan aku memanfaatkannya.<br />
Aku telah menanam benih-benih bunga disepanjang jalan disisimu. Dan setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu.<br />
Selama dua tahun ini aku telah dapat memetik bunga-bunga indah itu untuk menghias meja majikan kita.<br />
Tanpa kamu sebagaimana kamu ada, majikan kita tak akan dapat menghias rumahnya seindah sekarang.</p>
<p><strong>Pesan moral :</strong><br />
Setiap dari kita memiliki cacat dan kekurangan kita sendiri. Kita semua adalah tempayan retak. Namun jika kita mau, Tuhan akan menggunakan kekurangan kita untuk menghiasNya.<br />
Dimata Tuhan yang bijaksana, tak ada yang terbuang percuma. Jangan takut akan kekuranganmu. Kenalilah kelemahanmu dan kamu pun dapat menjadi sarana keindahahan Tuhan.<br />
Ketahuilah, didalam kelemahan kita, kita menemukan kekuatan kita.</p>
<p>Dari Berbagai Sumber</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sunswa.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sunswa.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sunswa.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sunswa.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sunswa.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sunswa.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sunswa.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sunswa.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sunswa.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sunswa.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sunswa.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sunswa.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sunswa.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sunswa.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunswa.wordpress.com&amp;blog=5714922&amp;post=29&amp;subd=sunswa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sunswa.wordpress.com/2009/07/23/tempayan-retak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/647410d876508618ce4153d4d2e2e6ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sunswa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tukang Kayu dan Rumahnya</title>
		<link>http://sunswa.wordpress.com/2009/07/23/tukang-kayu-dan-rumahnya/</link>
		<comments>http://sunswa.wordpress.com/2009/07/23/tukang-kayu-dan-rumahnya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 03:18:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunswa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sunswa.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah perusahaan konstruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut pada pemilik perusahaan. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya. Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunswa.wordpress.com&amp;blog=5714922&amp;post=27&amp;subd=sunswa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah perusahaan konstruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut pada pemilik perusahaan. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya. Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk dirinya. Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan.<br />
Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia cuma menggunakan bahan-bahan sekedarnya. Akhirnya selesailah rumah yang diminta oleh tuannya. Hasilnya bukanlah sebuah rumah yang baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri kariernya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.<br />
Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu.</p>
<p>&#8220;Ini adalah rumahmu,&#8221; katanya, &#8220;hadiah dari kami.&#8221; Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesalnya. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya sendiri, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali. Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.<br />
Teman, itulah yang terjadi pada kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita yang membangun kehidupan dengan cara yang membingungkan dan kurang bertanggung jawab. Lebih memilih berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang baik. Bahkan pada bagian-bagian terpenting dalam hidup, kita tidak memberikan yang terbaik.<br />
Pada akhir perjalanan kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan dan menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri.<br />
Seandainya kita menyadarinya sejak semula kita akan menjalani hidup ini dengan cara yang jauh berbeda.<br />
Renungkan bahwa kita adalah si tukang kayu. Renungkan &#8216;rumah&#8217; yang sedang kita bangun. Setiap hari kita memukul paku, memasang papan, mendirikan dinding dan atap. Mari kita selesaikan &#8216;rumah&#8217; kita dengan sebaik-baiknya seolah-olah hanya mengerjakannya sekali saja dalam seumur hidup.</p>
<p>Dari berbagai sumber</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sunswa.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sunswa.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sunswa.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sunswa.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sunswa.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sunswa.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sunswa.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sunswa.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sunswa.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sunswa.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sunswa.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sunswa.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sunswa.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sunswa.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunswa.wordpress.com&amp;blog=5714922&amp;post=27&amp;subd=sunswa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sunswa.wordpress.com/2009/07/23/tukang-kayu-dan-rumahnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/647410d876508618ce4153d4d2e2e6ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sunswa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KISAH KELEDAI</title>
		<link>http://sunswa.wordpress.com/2009/05/13/kisah-keledai/</link>
		<comments>http://sunswa.wordpress.com/2009/05/13/kisah-keledai/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 May 2009 04:32:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunswa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sunswa.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh kedalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam semetara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya. Akhirnya, Ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup &#8211; karena berbahaya); jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Dan ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunswa.wordpress.com&amp;blog=5714922&amp;post=24&amp;subd=sunswa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh kedalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam semetara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya. Akhirnya, Ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup &#8211; karena berbahaya); jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Dan ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.</p>
<p>Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian.Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya.</p>
<p>Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu. Sementara tetangga-2 si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga mengunca! ngkan badannya dan melangkah naik. Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri !</p>
<p><span id="more-24"></span>Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepadamu, segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari &#8216;sumur&#8217; (kesedihan, masalah, dsb) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran, dan hati kita) dan melangkah naik dari &#8216;sumur&#8217; dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan. Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari &#8216;sumur&#8217; yang terdalam dengan terus berjuang,jangan pernah menyerah !</p>
<p>Ingatlah aturan sederhana tentang Kebahagiaan :</p>
<p>1. Bebaskan dirimu dari kebencian</p>
<p>2. Bebaskanlah pikiranmu dari kecemasan</p>
<p>3. Hiduplah sederhana.</p>
<p>4. Berilah lebih banyak.</p>
<p>5. Tersenyumlah.</p>
<p>6. Miliki teman yang bisa membuat engkau tersenyum.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sunswa.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sunswa.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sunswa.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sunswa.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sunswa.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sunswa.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sunswa.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sunswa.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sunswa.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sunswa.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sunswa.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sunswa.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sunswa.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sunswa.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunswa.wordpress.com&amp;blog=5714922&amp;post=24&amp;subd=sunswa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sunswa.wordpress.com/2009/05/13/kisah-keledai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/647410d876508618ce4153d4d2e2e6ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sunswa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Burung Penangkap Ikan</title>
		<link>http://sunswa.wordpress.com/2009/03/31/burung-penangkap-ikan/</link>
		<comments>http://sunswa.wordpress.com/2009/03/31/burung-penangkap-ikan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 07:28:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunswa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sunswa.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Burung Penangkap Ikan Selama bertahun &#8211; tahun, kota Monterey di California menjadi surga burung Pelican. Kota tersebut juga menjadi tempat bagi banyak penampung ikan. Bahkan kota tersebut menjadi tempat bagi Cannery Row, sebuah jalan yang menjadi popular berkat John Steinbeck, pemenang hadiah Nobel yang membuat novel yang mengambil judul nama jalan tersebut. Pelican menyukai kota [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunswa.wordpress.com&amp;blog=5714922&amp;post=21&amp;subd=sunswa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Burung Penangkap Ikan </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Selama bertahun &#8211; tahun, kota Monterey di California menjadi surga burung Pelican. Kota tersebut juga menjadi tempat bagi banyak penampung ikan. Bahkan kota tersebut menjadi tempat bagi Cannery Row, sebuah jalan yang menjadi popular berkat John Steinbeck, pemenang hadiah Nobel yang membuat novel yang mengambil judul nama jalan tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pelican menyukai kota tersebut karena para nelayan membersihkan tangkapan mereka, menyingkirkan ikan &#8211; ikan kecil, sehingga Pelican dapat makan sisa-sisa tersebut. Di Monterey, setiap Pelican bisa makan kenyang tanpa harus bekerja.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span id="more-21"></span>Tetapi, lama kelamaan, ikan &#8211; ikan di pantai California semakin berkurang, dan satu persatu penampungan ikan tersebut tutup. Itulah awal dari masalah yang harus dihadapi burung &#8211; burung Pelican. Sebenarnya Pelican termasuk burung yang mahir menangkap ikan. Mereka terbang berkelompok di atas lautan, dan ketika mereka menemukan ikan, mereka menyelam ke dalam air dan menangkap mangsanya. Tetapi burung-burung tersebut sudah tidak pernah melakukannya selama bertahun-tahun. Mereka telah menjadi gemuk dan malas. Dan sekarang, karena mereka sudah tidak memiliki kemudahan dalam memperoleh makanan, mereka menjadi kelaparan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ahli lingkungan daerah tersebut berpikir keras untuk mengatasi masalah yang dihadapi burung &#8211; burung tersebut, dan akhirnya mereka menemukan solusinya. Mereka mengimpor burung dari daerah lain, yang biasa mencari makan setiap hari, dan mereka mencampurnya dengan burung &#8211; burung lokal. Burung-burung pendatang itu langsung mulai mencari ikan, dan dalam jangka waktu yang tidak lama burung-burung lokal yang kelaparan itu bergabung dengan burung-burung tersebut dan mulai mencari ikan sendiri.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Jika Anda mengalami kesulitan dalam mencapai kesuksesan, salah satu cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan memposisikan diri di antara orang-orang yang telah mencapai kesuksesan. Habiskan waktu bersama &#8211; sama dengan mereka. Awasi cara mereka bekerja. Pelajari pola pikir mereka. Lama-kelamaan Anda akan menjadi sama dengan orang &#8211; orang tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><strong>Sebuah Ujaran Bijak </strong></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>Puas dengan yang Anda miliki itu baik, </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>tetapi puas dengan keberadaan Anda itu tidak baik.</em></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">(Penulis tidak diketahui)</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sunswa.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sunswa.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sunswa.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sunswa.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sunswa.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sunswa.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sunswa.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sunswa.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sunswa.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sunswa.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sunswa.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sunswa.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sunswa.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sunswa.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunswa.wordpress.com&amp;blog=5714922&amp;post=21&amp;subd=sunswa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sunswa.wordpress.com/2009/03/31/burung-penangkap-ikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/647410d876508618ce4153d4d2e2e6ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sunswa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Buka Jendela Bawa Petaka</title>
		<link>http://sunswa.wordpress.com/2009/03/31/buka-jendela-bawa-petaka/</link>
		<comments>http://sunswa.wordpress.com/2009/03/31/buka-jendela-bawa-petaka/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 07:15:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunswa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sunswa.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Buka Jendela Bawa Petaka Seorang anggota prajurit angkatan laut yang baru saja bertugas beberapa hari disebuah kapal angkatan laut,dipecat dari kesatuannya atas tuduhan menenggelamkan kapal selam bersama awaknya, ketika diwawancarai wartawan ia mengaku tidak bersalah , &#8221; waktu kejadian kapal selam itu tenggelam saya malah sedang bersiap untuk tidur , &#8221; kata si pria &#8221; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunswa.wordpress.com&amp;blog=5714922&amp;post=18&amp;subd=sunswa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" align="left"><strong><span style="font-family:&quot;">Buka Jendela Bawa Petaka<br />
</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Seorang anggota prajurit angkatan laut yang baru saja bertugas beberapa hari disebuah kapal angkatan laut,dipecat dari kesatuannya atas tuduhan menenggelamkan kapal selam bersama awaknya, ketika diwawancarai wartawan ia mengaku tidak bersalah , </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">&#8221; waktu kejadian kapal selam itu tenggelam saya malah sedang bersiap untuk tidur , &#8221; kata si pria</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">&#8221; lantas apa yang kemudian anda lakukan sebelum tidur ? &#8221; tanya wartawan.</span></p>
<p><span style="font-family:&quot;">&#8221; ya seperti kebiasaan dikampung&#8230;&#8230;saya selalu buka jendela sebelum tidur&#8230;.abis gerah sih !!,&#8221; jawabnya dengan santai.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sunswa.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sunswa.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sunswa.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sunswa.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sunswa.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sunswa.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sunswa.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sunswa.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sunswa.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sunswa.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sunswa.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sunswa.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sunswa.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sunswa.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunswa.wordpress.com&amp;blog=5714922&amp;post=18&amp;subd=sunswa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sunswa.wordpress.com/2009/03/31/buka-jendela-bawa-petaka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/647410d876508618ce4153d4d2e2e6ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sunswa</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
